Hari Blogger Nasional

Ini postingan dalam rangka memperingati Hari Blogger Nasional.
Iki blogku nda, lha blogmu ndi? (Ini blogku, mana blogmu?)
Continue Reading

Bukan Rokok Putih


Seperti biasa saya dan beberapa teman lainnya pulang dari kampus hampir tengah malam, kami di IC untuk sekedar kumpul atau browsing memanfaatkan fasilitas wifi yang ada. Terkadang sepulang dari kampus, terlebih dahulu kami mampir ke kucingan atau CSS (Cafe Sruntal Sruntul) yang berada didekat kampus. Seperti malam ini kami memilih kucingan didepan Gelalel Pandanaran.

Kucingan ini sudah menjadi tempat biasa saya nangkring (eh salah itu kan angkringan... hehehe) maksudnya ngucing sejak tahun pertama saya kuliah di Semarang. Bagi saya tempatnya nyaman, tempatnya dekat dengan lampu merah dan fastfood KFC. Duduk beralaskan tikar selain melihat lampu yang setiap saat berganti bisa sambil cuci mata melihat makhluk bening (bukan makhluk halus lho) yang kadang melintas. Tempat kucingan ini mempunyai plesetan sendiri yakni KFC (Kucingan Fans Club) nggk lucu kan? namanya juga plesetan bukan lelucun jadi wajar kalo nggk lucu.

Biasanya saya pesan es teh atau susu jahe minuman kegemaran saya, bagi saya esteh disini punya taste tersendiri coba tanya bung Gandrung. Karena tenggorokan masih serak saya pesan teh dan mie rebus sebagai pengisi perut. Sambil menunggu pesanan datang, kami ngobrol atau menikmati guyonan yang siap saji.

Pesanan dihantar, lho mana tehku kok malah dikasih esteh. wah pengen aku mati? canda saya dalam hati. esteh saya berikan pada gadulz dan saya pesan kembali sambil menekankan kata teh panas. Teh pun dihantar tinggal menunggu mie rebus. Mie rebus pesanan Gandrung sudah dihantar tinggal pesanan saya. Minuman digelas sudah tinggal setengah, mie punya Gandrung pun sudah hampir habis tapi mie pesanan belum juga dihantar, duh pie to iki? Pesanan kok nggk beres semua, tadi pesan teh malah dikasih esteh dan mie rebus lama banget.

Akhirnya saya coba pesan kembali (ulang), dengan perasaan kesal saya ambil sebatang rokok yang saya minta dari teman. Rokok ini bukan rokok putih yang biasa jadi favorit saya, meski demikian tetap saya rokok. Mungkin karena saking kesalnya saya, bukan rokok putih pun terpaksa saya hisap.

Picture taken from: flickr.com
Continue Reading

Kacau, Menulis Kacau

Saat ini jam menunjukkan pukul dua dinihari, aku belum juga dapat memejamkan mata. Padahal nanti pagi ada kuliah jam setengah sepuluh. Jam tidurku menjadi tak teratur, ini kebiasaan buruk yang sulit kuubah layaknya jam bangun tidurku yang kacau pula. Sejak semester lalu jam kuliahku kebanyakan siang, jadi nggk bisa menuntutku untuk bangun pagi pagi. Ini berbeda dengan saat awal kuliah dulu, hampir setiap hari jam kuliah masuk pagi hingga bangun pagi menjadi hal yang biasa. Dulu beberapa hari dalam seminggu dapat menyempatkan diri untuk jogging di stadion Tri Lomba Juang yang letaknya nggk jauh dengan kos, sekarang hampir tak pernah jogging lagi.

lantas apa hubungannya kuliah siang dengan jogging yang tak pernah lagi dilakukan? keduanya bukan sebab akibat, tapi sebab dan akibat dengan yang lain, maksudnya bukan karena kuliah siang mengakibatkan nggk bisa jogging tapi karena kuliah siang aku jadi males akibatnya nggk pernah jogging. Ah, bahasaku ngawur dan susah dimengerti ya, maaf.

Tiba-tiba Gandrung temanku mengingatkan aku untuk menyelesaikan konfigurasi dari bahan skripsi yang aku ambil, thanks udah ngingetin. Akhirnya pekerjaan itu aku cicil, sebetulnya lebih banyak pekerjaan yang di bantuin. Hehehe... Karena ada installan yang harus didownload dan juga nggk ada akses internet untuk sementara pekerjaan ditunda. Berharap Skripsi ini bisa selesai dalam satu semester, Amin.

Pekerjaan ditunda, selanjutnya nonton movie Initial D. Sudah jam lima, meski mau tidur tapi belum ngantuk juga. Teringat ada kuliah pagi ini, tiga mata kuliah hingga sore baru selesai. Mungkin aku akan ngantuk pada mata kuliah pertama, supaya nggk ngantuk mungkin aku akan tidur saja dan nggk berangkat kuliah, duh semakin kacau saja pikiranku. Aku selalu kacau dipagi hari setiap begadang nggk tidur, teman chatku pun kadang ngelantur obrolannya. Kami saling menyebutnya duduls atau obrolan menggila, sudah lama aku nggk chat sama dia, i love her. hmmm... duh ngelantur kan.

Battery power di laptop elnovoku memberikan peringatan daya baterai kurang dari lima belas menit lagi, di charge nggk ya? kayaknya nggk usah deh soalnya dah bingung mau nulis apa lagi. Sebelum semakin kacau dan ngelantur lebih baik tulisan ini di save dulu, kalo sempat ya diposting. Kalo sudah diposting ya akhirnya bisa dibaca juga. Tulisan ini lagi dibaca kan? ya sudah kalo gitu aku sudahi saja ya daripada nanti semakin kacau. Semoga yang baca nggk ikutan kacau. Thanks.

Picture taken from: photobucket.com
Continue Reading

Elnovo

Tahun ini kuliahku masuk tahun keempat dan Skripsi sudah ada didepan mata, aku butuh sarana penunjang untuk itu. Di kos tak ada komputer, selama ini aku selalu nebeng sama teman. Nggk mungkin kalo aku harus pinjam teman pasalnya bahan skripsi yang aku ambil menuntut aku agar mempunyai komputer pribadi.

Ini tahun terakhirku, kalo aku harus beli komputer (PC) rasanya nanggung. Nanggung gimana? katanya tadi butuh? Dasar dodol! Maksudnya kalo aku beli komputer kayaknya kurang praktis apalagi nanti kalo udah lulus kuliah tu komputer mau digotong bawa pulang kerumah? Ribet rasanya. Jadinya beli komputer nggk sih? Sabar,.. sabar,.. minum dulu *sodorin minuman*.

Akhirnya aku memutuskan ingin memiliki Notebook, keinginan yang menggebu ini pernah aku buktiin dengan mengikuti lomba blog dengan hadiah utama sebuah notebook. Tapi karena suatu hal feel untuk mengikuti lomba berkurang. Dengan notebook aku bisa ke kos teman waktu butuh pencerahan, dan bisa numpang browsing wifi di internetclub (kampus). Terlebih harga notebook semakin terjangkau.

Karena belum punya tabungan untuk beli laptop, aku bicarain niatku ini sama ortu dan mendapat bantuan. Rancangan keuangan yang ada masih kurang, akhirnya aku nelpon omku yang ada di Kalimantan untuk meminta bantuan. Siang itu niatku aku utarakan, om setuju dan menanyakan berapa nominal harga laptop. Aku sebutkan kisaran jumlah nominal harga laptop yang aku maksud. Ternyata om menyetujui akan memberikan sejumlah nominal yang aku sebutin tadi, om juga bilang ini bukan pinjaman tetapi pemberian. Om juga bilang beli laptop yang lebih bagus sekalian terlebih sudah ada dana dari om juga ortu, tapi aku tetep keukeuh dengan pendirian membeli laptop sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa hari kemudian Om mengabarkan bahwa uang sudah ditransfer, sungguh senang rasanya kalo keinginanku terwujud. Hari berikutnya dengan diantar Gandrung menuju SCC (Semarang Computer Center) hunting laptop. Uang sudah ada ditangan tinggal menentukan pilihan, masih bingung diantara dua pilihan. Ternyata nggk cuma cinta yang punya dua pilihan tapi memilih laptop pun ada pilihannya. Hehehe..

Masih binggung antara Netbook dan Notebook, perbedaannya hanya pada DVDRW yang dimiliki notebook. Suka notebook karena ada DVDRW suka notbook karena bentuknya simpel, duh kapan ya notebook ukurannya 10" hehehe.. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Notebook Lenovo G450, dengan uang dari pemberian om notebook ini saya bawa pulang. Sedangkan uang dari ortu masih utuh dan saya kembalikan. Thanks Om.

Ada yang unik dengan nama Lenovo, dua huruf pertama saya balik sehingga menjadi elnovo. Sebuah identitas elnovo adalah bagian dari elafiq, kok malah naris? yo ben. hahahaha... Jadi judul diatas bukan salah ketik. :)
Continue Reading

Launching RoTI FreSH


RoTI FreSH (Return of Tuker Ilmu Freedom of Sharing) merupakan ajang diskusi, kumpul-kumpul, networking, sharing ilmu antara kita semua yang hidup dalam industri kreatif. Forum berbagi ide ini diharapkan akan terus berlangsung reguler sehingga akan semakin membuka wawasan/insight kita dalam dunia kreatif. Mudah-mudahan kita bisa saling tahu trend apa yang kini populer, hambatan apa yang dihadapi, dan solusi apa untuk mengatasinya. Demikian tentang RoTI FreSH dalam situs resminya.

RoTI FreSH launching di Tungdeblang pool, resto & bar tanggal 14 September lalu. Undangan selain diposting di situs resmi RoTI FreSH juga tersiar di milis loenpia, Karena tempat terbatas maka dibuatlah absen di milis, ternyata saya masuk daftar waiting list seandainya menuliskan nama. Karena merasa tak mungkin untuk bisa hadir, saya mengurungkan niat untuk ikut.

Tiba hari H saya belum memutuskan untuk berangkat terlebih lagi turun hujan. Akhirnya datanglah Kang Kipli mengajak saya untuk berangkat. Hujan, mungkin yang sudah absen ada yang nggk datang dan masih ada tempat kosong. Setelah confirm sama Bung Munev kamipun berangkat.

Acara launching yang bertema The Power of Online Community menghadirkan pembicara Pitra Satvika, pengarang buku “E-Narcism”, Gaul dan Eksis di Internet serta salah satu founder FreSh. Catur PW, founder FreSh, pemilik tokohelm.com, dan personal branding consultant, Juga Yogie a.k.a ple-q, blogger, owner http:// www.jumphide.com. Selain Loenpia hadir pula beberapa komunitas, diantaranya: Komunitas Blogger Bengawan, Segokucing, KCS, Indoflyer juga Internet Club. Para perwakilan diminta untuk memperkenalkan komunitasnya masing-masing.

RoTI FreSH merupakan anak dari Fresh yang telah hadir terlebih dulu. Fresh berbasis di Jakarta, banyak kegiatan yang sudah dilakukan diantaranya: Facebook Developer Garage, Teknopreneur, Graphic Creativity, serta Gaul dan Eksis dengan Diary Online.

Peserta dapat menikmati sajian yang dihidangkan Tungdeblang. Saya mencoba tahu gejrot yang pedesnya luar biasa, disaat kepedasan tersadar minuman telah habis.

Teringat apa yang disampaikan Mas Yogie. Jangan berharap kita mendapatkan sesuatu dari orang lain dalam komunitas, jika semua orang beranggapan demikian maka siapa yang akan memberi? Pentingnya berbagi kepada sesama menjadi kunci utama sebuah wadah komunitas online, acara berjalan santai namun teratur. Freedom of Sharing ternyata sebuah nama dari harapan yang mulia, semoga RoTI FreSh berjaya jua adanya, Selamat ya!
Continue Reading

Separuh Jiwaku Pergi (Song)

Separuh Jiwaku Pergi
Memang indah semua
Tapi berakhir luka
Kau main hati dengan sadarmu
Kau tinggal aku

Reff:
Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati hati ini
Kau curangi aku (2X)

Kau bilang tak pernah bahagia
Selama dengan aku
Itu ucap bibirmu
Kau dustakan semua
Yang kita bina
Kau hancurkan semua

Back to Reff

Benar ku mencintaimu
Tapi tak begini
Kau khianati
Kau curangi aku
Kau dustai hati
Benar ku mencintaimu
Continue Reading

Imagi Kotamu


Berkelok jalan ini. Berkelok kulalui.
Tampak mentari. Kotamu kulalui.

Langit ditimur menampakkan merahnya, matahari mulai menampakkan diri. Jelas kulihat orange warnanya, seperti baru sekali kulihat matahari berwarna ini. Dan baru sekali ini kukatakan matahari berwarna orange, entah mengapa bukan kemerahan atau lainnya.

Samar namun jelas kulihat biru menjulang. Bayanganku kembali ke tiga tahun silam. Mataku berkaca. Ku pernah berjanji datang ke kota ini untuk menemui seseorang, dia pernah bercerita akan alam yang dimiliki kota ini. Imagiku saat itu, aku dan dia dapat menikmati indahnya biru menjulang, hamparan hijau kebun atau sawah didekatnya ada sungai yang airnya mengalir diantara bebatuan. Berdua duduk dibatu besar sambil membiarkan kaki memainkan air, bercanda, bercerita, obrolan yang mengalir seperti air.

Kini kutersadar, itu hanya imagiku yang lalu. Sepertinya tak mungkin tuk wujudkan itu.

Kotamu tlah kulalui
Ciptakan sepenggal mimpi

Sesaat kupejamkan mata, nampak jelas wajah dan senyummu. Ingin kubicara pada bayang, (namun) Air mata ini yang bicara.

Sumedang, 18.09'09
Continue Reading

eL_afiq on Vacation

"Akhirnya ke luar kota juga"
Itulah kalimat yang keluar dari benak ini, sebuah ungkapan yang mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang tapi bagi saya terasa luar biasa.

Sejak awal bulan kemarin sudah disibukkan oleh kegiatan organisasi kampus. Yakni festival band antar sekolah menengah atas sekota Semarang, kemudian MT (Manager Training) yang diadakan selama tiga hari dua malam di Bandungan. Disusul dengan acara Seminar Entrepreunership yang hanya berjarak empat hari dari acara sebelumnya. Seakan tak ada waktu untuk rehat.

Libur semester dan puasa Ramadhan kali ini sangat panjang sekali, tak seperti tahun sebelumnya awal perkuliahan sudah dimulai sebelum bulan Ramadhan. Untuk kali ini habis lebaran (sekitar 28 september) baru masuk kuliah, sehingga saya masih ada waktu satu bulan menikmati libur. Kemarin sempat mudik ke Welahan (Jepara) namun hanya sebentar, mungkin karena jarang di rumah yang membuat saya tak betah berlama-lama di rumah. Biasanya saya mudik pada sore hari, besok siang atau sorenya kembali lagi ke Semarang.

29.08'09
Saya putuskan ke Jogja untuk mengawali liburan saya kali ini, kebetulan ada saudara saya di Jogja (Kak Fery). Sekitar pukul delapan pagi saya diantar Hana ke agen bus 'Nusantara' Sukun (dekat ADA Swalayan Banyumanik). Sempat mengisi pulsa dikios sebelah agen 'Nusantara', sangat mengecewakan . Pelayanan yang kurang cekatan dan terkesan lambat, dibutuhkan sekitar 15menit untuk proses pengisian (belum termasuk waktu yang dibutuhkan pulsa terisi). Pulsa terisi double , dan harga yang menurut saya terlalu mahal.

Sekitar pukul 09.30 bus yang dinanti datang, para penumpang bergegas naik. Saya memilih naik paling belakangan. Santai saja pasti kebagian tempat. Saya berusaha mencari (sisi) tempat yang masih kosong, ternyata sisi bagian kiri dan kanan sudah terisi satu atau dua penumpang. Saya mendapati tempat yang masih kosong yakni deretaan bangku paling belakang, saya duduk di sisi jendela sebelah kiri. Tempat yang saya pikir cukup nyaman dan kebetulan bangku paling belakang adalah tempat favorit saya jika menumpang bus.

Dari belakang saya dapat melihat para penumpang, bahkan sopir bus yang berpenampilan necis dengan jaket kulit berwarna hitam yang menutupi badannya ditambah kacamata hitam yang dikenakannya. Malah menurut saya si sopir mirip teroris yang sedang menyamar.. hihihi...

Beberapa menit kemudian bus mulai bergerak meninggalkan Semarang. Sinar matahari yang masuk melaui jendela beradu dengan udara AC, badan terasa hangat. Terlebih dengan menyandarkan kepala pada jendela sambil melihat pemandangan diluar sungguh terasa nyaman.

Bus melaju dengan mantap membelah jalan, namun kegagahannya terhenti oleh polisi berkendara yang berusaha menghentikan laju bus. Rupanya bus membuat kesalahan dengan mengambil jalan sebelah kanan pada jalur cepat. Bus pun menepi, terlihat supir hendak berdiri dari kursinya namun si kondektor yang akhirnya turun dari bus dan menemui 'yang punya jalan'. dari balik jendela saya dapat melihat kondektor seperti sedang memperlihatkan isi dari tas yang dibawanya, entah apa yang mereka bicarakan yang jelas jika berurusan dengan 'yang punya jalan' tak lepas dari kertas bernominal alias uang. 'Transaksi' selesai, bus kembali melanjutkan perjalanan. Polisi tadi menyalip bus, saya dapat melihat ada senyum kemenangan dibalik wajahnya yang tenang.

Daun pepohonan dipinggir jalan pun bergoyang saat bus melintas, ntah karena angin atau debur angin dari bus. Tak perlu diperdebatkan, biarkan daun-daun itu menikmati tariannya. Saya selalu senang bila menikmati pemandangan dari balik jendela bus, saat menempuh perjalanan lewati batas kota.

Saya ambil N-Gage dari saku celana saya (bukan celana orang lain). Update status facebook, ingin kabarkan bahwa saya sedang keluar kota. Baru mau balas koment yang masuk mendadak Si HP pingsan alias batre habis.

12.03 bus masuk terminal Jombor, persis dua setengah perjalanan yang saya tempuh. Banyak penumpang malah sebagian besar yang turun di Jombor. Saya mencari wartel mau nelpon kak Fery buat jemput saya, sebelumnya sudah saya kabarkan. Tapi tak ada jawaban. Kemana nih Kak Fery, pikirku. Kuhidupkan HP mungkin masih ada sisa kehidupan, ternyata masih bisa hidup. Saya ambil buku saku dari dalam tas kecil yang selalu saya bawa ketika bepergian, ada no Kak Fery disana. Saya biasa mencatatkan no telpon orang yang hendak saya temui diluar kota, ini mengantisipasi HP yang terkadang tak bersahabat. *Banting N-Gage*

Pesan singkat sudah saya kirim, belum sempat saya pastikan apakah terkerim atau belum HP kembali mati. Duh, bagaimana ini. Saya sempat menunggu dulu siapa tahu SMS tadi terkirim sebelum akhirnya coba hubungi Kak Fery lagi lewat Wartel. Tak berapa lama kemudian Kak Fery datang.

elafiq meet Afiq
Who Afiq? Kembaran elafiq? Fans elafiq? Bukan, dia temen kecil sewaktu es-de. Afiq kuliah di UNY, mumpung lagi di Jogja saya sempetin maen ke kosnya.

-- to be continue --

Continue Reading