Showing posts with label My Family. Show all posts
Showing posts with label My Family. Show all posts

Elnovo

Tahun ini kuliahku masuk tahun keempat dan Skripsi sudah ada didepan mata, aku butuh sarana penunjang untuk itu. Di kos tak ada komputer, selama ini aku selalu nebeng sama teman. Nggk mungkin kalo aku harus pinjam teman pasalnya bahan skripsi yang aku ambil menuntut aku agar mempunyai komputer pribadi.

Ini tahun terakhirku, kalo aku harus beli komputer (PC) rasanya nanggung. Nanggung gimana? katanya tadi butuh? Dasar dodol! Maksudnya kalo aku beli komputer kayaknya kurang praktis apalagi nanti kalo udah lulus kuliah tu komputer mau digotong bawa pulang kerumah? Ribet rasanya. Jadinya beli komputer nggk sih? Sabar,.. sabar,.. minum dulu *sodorin minuman*.

Akhirnya aku memutuskan ingin memiliki Notebook, keinginan yang menggebu ini pernah aku buktiin dengan mengikuti lomba blog dengan hadiah utama sebuah notebook. Tapi karena suatu hal feel untuk mengikuti lomba berkurang. Dengan notebook aku bisa ke kos teman waktu butuh pencerahan, dan bisa numpang browsing wifi di internetclub (kampus). Terlebih harga notebook semakin terjangkau.

Karena belum punya tabungan untuk beli laptop, aku bicarain niatku ini sama ortu dan mendapat bantuan. Rancangan keuangan yang ada masih kurang, akhirnya aku nelpon omku yang ada di Kalimantan untuk meminta bantuan. Siang itu niatku aku utarakan, om setuju dan menanyakan berapa nominal harga laptop. Aku sebutkan kisaran jumlah nominal harga laptop yang aku maksud. Ternyata om menyetujui akan memberikan sejumlah nominal yang aku sebutin tadi, om juga bilang ini bukan pinjaman tetapi pemberian. Om juga bilang beli laptop yang lebih bagus sekalian terlebih sudah ada dana dari om juga ortu, tapi aku tetep keukeuh dengan pendirian membeli laptop sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa hari kemudian Om mengabarkan bahwa uang sudah ditransfer, sungguh senang rasanya kalo keinginanku terwujud. Hari berikutnya dengan diantar Gandrung menuju SCC (Semarang Computer Center) hunting laptop. Uang sudah ada ditangan tinggal menentukan pilihan, masih bingung diantara dua pilihan. Ternyata nggk cuma cinta yang punya dua pilihan tapi memilih laptop pun ada pilihannya. Hehehe..

Masih binggung antara Netbook dan Notebook, perbedaannya hanya pada DVDRW yang dimiliki notebook. Suka notebook karena ada DVDRW suka notbook karena bentuknya simpel, duh kapan ya notebook ukurannya 10" hehehe.. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Notebook Lenovo G450, dengan uang dari pemberian om notebook ini saya bawa pulang. Sedangkan uang dari ortu masih utuh dan saya kembalikan. Thanks Om.

Ada yang unik dengan nama Lenovo, dua huruf pertama saya balik sehingga menjadi elnovo. Sebuah identitas elnovo adalah bagian dari elafiq, kok malah naris? yo ben. hahahaha... Jadi judul diatas bukan salah ketik. :)
Continue Reading

Thank You, Om

Transfer ke Rek: 2860503 an AHMAD TAUFIQ sejumlah Rp.****.000 berhasil No Trx 000650162703 tlg dibagi sama adik ya uf.

Demikian bunyi SMS yang masuk kemarin (Minggu sore) sebelum saya pergi kerja. Ternyata ini SMS dari Om saya yang tinggal di PangkalanBun, sebuah kota di Kalimantan Tengah. Om mengirimkan sejumlah uang ke rekening saya melalui SMS Banking untuk dibagikan dengan adik-adik saya. Terharu saya dengan ini. Kemudian saya hubungi beliau untuk mengucapkan terima kasih atas transferan tersebut.

Ortu dan Om dulu merantau ke Kalimantan, saya sempat menjalani masa kecil disana. Namun saya lebih banyak menghabiskan waktu di Jawa. Pulang ke Kalimantan saat liburan puasa juga libur panjang. Sejak setahun lalu ortu memutuskan pindah dan meneruskan usahanya di Jawa. Kangen rasanya dengan suasana disana. Saat melihat film Laskar Pelangi ada bagian yang mengingatkanku akan hal itu, kawasan hutan dan perbukitan yang dijumpai saat menuju kota lainnya.

Ada haru saat menerima amanah dari Om. Adik saya, ya kepada adik saya harus menyampaikan amanah itu. Saya belum pernah memberi adik saya uang jajan, ini lah yang membuat saya haru. Saya belum bisa menyisihkan uang untuk mereka, maafkan kakak dik.

Pernah suatu ketika saya dan salah satu adik saya baru pulang dari mudik (adik saya sekolah diluar kota) , dan kebetulan satu arah dengan saya. Waktu kondektur minta ongkos, sekalian saya bayar ongkos adik saya. Hal yang amat sangat wajar sekali, adik saya begitu berterimaksih kepada saya. 'Itu wajar dik, maaf kakak belum bisa memberikan lebih dari ini. Doakan kakak semoga bisa berkarya dan membahagiakan keluarga. (Amin)', seketika itu saya haru dan berkaca.

Kakak belum bisa pulang sekarang, tunggu pekan depan atau sempat kakak usahakan pulang. Terima kasih ya Om, atas supportnya selama ini. Semoga kita selalu diberi kemudahan dalam menggapai cita. Amin.
Continue Reading