Showing posts with label My Blog. Show all posts
Showing posts with label My Blog. Show all posts

Tak Kan Ada Cinta Yang Lain

8 Januari lalu di Krakatau Grand Ballroom Horison, Semarang ada konser musik bertajuk Blow Faboulous #2 menampilkan Barry Likumahuwa Project, Endah N Rhesa, Abdul & The Coffee Theory dengan guest star Afgan.

Saya suka sekali dengan BLP, kebetulan Rusnita suka Endah N Rhesa. Saya ajaklah dia nonton bareng, saya gak mau nyianyiain kesempatan ini. Jauh-jauh hari (Desember akhir) saya sudah booking dua tiket tribune, mau mengajak yang di festival, saya jadi kasihan kalo nonton berdiri lama. Intinya dua tiket udah ditangan, saya senang sekali. Kalo boleh dibilang mungkin seperti orang gila jingkrak-jingkrak dipinggir jalan dan gak peduli. Mendekati hari H konser, saya baru tahu kalo ada acara organisasi kampus di hari dan jam yang berabrengan.*tepok jidat* Saya dan Nita satu organisasi.

Akhirnya saya ngomong ke Nita kalo ada tiket nonton konser. Dia sebenarnya mau menerima ajakan saya apalagi dia emang demen sama Endah N Rhesa. Di organisasi dia punya jabatan penting, dan gak mungkin ninggalin acara. Dia kecewa, saya juga kecewa.

Hari H (8 Januari 2011)
Hujan mengguyur kota Semarang dengan derasnya sore itu. Acara organisasi sudah dimulai, tapi saya datang telat. Meski nanti malam saya akan nonton konser, saya tetep ngikut acara organisasi. fifty-fifty. Tiket udah ditangan, sayang kalo dibuang. Saya bilang ke Nita, "aku tetep akan nonton dengan atau tanpa kamu".

Akhirnya saya berangkat ke Horison sendiri, tanpa Nita. Meski datang telat tetap aja ada barengannya yang telat. Saya naek ke tribune, nyari tempat yang kiranya enak dan pas lihat panggung. Yup, jumlah penonton memang membludak, tempat duduk kelas VIP beberapa hari sebelum hari H ditambah. Denger-denger konser ini dapat rekor dengan penonton terbanyak.

Saat perform Endah N Rhesa, saya jadi jadi merasa bersalah gak bisa ngajak Nita. Saya melirik bangku kosong disebelah, berkayal kehadirannya disini rasanya percuma, saya gak bisa. Setelah Abdul & The Coffee Theory tampil, giliran BLP. Ini yang saya tunggu-tunggu. Dia gak suka musik Jazz. Karena itu saya pengen bilang ke Nita, ini lho musik Jazz menurut saya. :D

Tiba akhirnya guest star Afgan tampil. Penonton yang kebanyakan remaja ini teriak histeris saat Afgan muncul. Gila! saya seolah terperangkap ditengah-tengah massa yang menggila. Meski membawakan beberapa lagunya, menurut saya Afgan tertolong dengan lagu orang lainantara lain Keong Racun, Cinta Satu Malam, dan Poker Face-nya Lady Gaga. Terperangkap ditengah kerumunan ABG labil yang berjoget lebay sangat menyiksa bahkan saya ingin memutuskan untuk pulang.

Tiba akhirnya Afgan menyanyikan Tak Kan Ada Cinta Yang Lain-nya Dewa19. Lagu yang dipopulerkan Titi DJ ini tiba-tiba membuat mata saya berkaca. It's real. Entah dibilang cengeng saya gak peduli. Sepertinya mustahil baru saja saya memaki dalam hati tiba-tiba berubah menjadi mellow akut. Mata jadi sembab. Dalam bayangan saya, sambil menyandarkan tubuh Nita ke saya, saya ingin katakan perasaan saya sesungguhnya ke Nita, tapi apa daya gak bisa. Ingin menghadirkan seseorang disaat yang diinginkan tapi gak bisa. Merasa hilang. :( Dan terucap lirih, I miss you Dear...
Continue Reading

Sederhana tapi Kaya

Memasuki tahun baru biasanya blogger beramai-ramai menuliskan resolusi ditahun ini, tetapi tidak dengan saya. Saya punya resolusi tapi tidak untuk ditulis, satu alasan saya sedang malas menulis dan kebetulan saya bukan blogger. Kok alasannya malah ada dua ya? Anggap saja saya sedang ngeles. Belum ada cerita yang saya tulis mengenai Tahun baru, jika ada akan saya tulis demi menambah jumlah postingan. :P

Pada kesempatan kali ini saya atas nama pribadi elafiq mengucapkan Selamat Tahun Baru 2011 kepada rekan-rekan semuanya, semoga di tahun ini segala harapan dan cita-cita terwujud dan berjalan mulus. Diberi kelancaran rezeki, karir, jodoh (kok malah seperti peramal hehehe…) semuanya lancar. Amin.. Amin.. Amin.. Doa yang sederhana, begitulah hidup. Sederhana namun kaya makna.
Continue Reading

Mahalnya Waktu

Tadi pagi menjelang shubuh, sekitar jam tiga. Bertiga bersama teman kos pergi keluar cari makan. Nggak biasanya cari makan sepagi ini malah biasanya biasa pulang nongkrong semalaman dan sekitar jam dua atau tiga baru pulang.

Sebenarnya tadi malam sudah ke css, karena belum lapar jadi hanya pesan minum kemudian pulang ke kos dan nonton film hasil download tadi malam.

Karena belum ngantuk, saya pergi ke warnet dekat kos untuk sekedar browsing. Tarif 3000 perjam, lumayanlah. Dengan rincian, dihitung Rp.1000 per duapuluh menitnya. Saking asyiknya ngenet, satu jam nggak kerasa. Satu jam setengah pun lewat. ‘Ngenet dua jam aja’ pikir saya.

Sambil browsing sesekali saya lihat durasi billing. 01:58, udah hampir dua jam. Saya logout email termasuk facebook juga twitter. Setelah jendela browser tertutup semua, saya pun logout dari billing. Cabut flashdisk, masukin hp ke kantong kemudian menuju meja operator.
‘tujuh ribu’ kata operator.
Tujuh ribu? Saya bertanya-tanya dalam hati. Saya main cuma dua jam, seharusnya kan cuma bayar enam ribu. Tanpa berkata apa-apa saya lirik monitor operator. Ya, tampak disana angka ‘7000’ atas nama ‘el’. Dengan terpaksa saya membayar seribu lebih banyak dari perkiraan saya.

Saya yakin, saya tekan tombol ‘logout’ billing masih menunjukan angka 01:59, sayangnya hitungan detik tidak muncul. Mungkin saat saya logout, timer billing sudah memasuki dua jam. Lebih satu detik perhitungan berikutnya bertambah. Rp.1000 lumayan bisa buat online 20 menit!

Yang ingin saya sampaikan bukan karena uang seribu, tapi saya ingin mengatakan: hanya karena beberapa detik saja sesuatu dapat berubah. Jika dalam kehidupan sehari-hari, banyak hal yang dipengaruhi oleh waktu.

Begitu berartinya waktu, sedetikpun sangat berarti. Pada kejuaraan balap misalnya, perbedaan waktu finis seperseratus detik mempengaruhi siapakah yang menjadi pemenang.

So, jika kita punya suatu keinginan maka lakukanlah sesuatu dengan segera, meskipun itu masih sebatas konsep. Jangan menunggu hingga seratus persen yakin, karena rasa yakin bisa bertambah dan tumbuh dengan sendirinya nanti. Jika tidak, Anda akan terlambat dan harus membayar lebih mahal. Setuju?

Salam
El afiq.
Continue Reading

Aku Impoten?

Jarum jam hampir menunjukkan pukul sebelas malam, segera ku akhiri kegiatan browsingku malam ini. Kututup emailku setelah tadi sempat membalas treat milis, hanya beberapa yang aku balas sedangkan yang belum jumlahnya masih banyak. Berpamitan dengan beberapa teman chatting yang masih online. Sebelum signout semua akun dan mematikan elnovo, terlebih dahulu aku update status microbloggingku.

Kegiatan browsing bersama teman-teman biasanya dilanjutkan dengan nongkrong diwarung dekat kampus atau ngucing diseberang jalan sebagai pilihannya. Biasanya kami menghabiskan waktu hingga lewati batas hari, sekitar jam dua dinihari. Seperti malam ini, kami memilih kucingan. Dengan beralaskan tikar kami memulai ‘rutinitas’, menikmati nasi kucing, mie rebus, gorengan, the, susujahe, kopi susu dsb.

Kini memasuki musim hujan, seharian ini hujan terus mengguyur tanpa ada panas yang menyengat seperti biasanya, hanya berselang mendung. Pakaian yang kucuci biasanya setengah hari bisa kering kini tak bisa lagi. Semua sepatuku basah, kemarin masuk kelas terpaksa pinjam teman.

Tiba-tiba gerimis kembali turun, seakan tak memberikan kesempatan jalan beraspal ini kering sejenak. Untuk kering sepertinya sulit, apalagi didekatku jalannya lebih landai sehingga membuat genangan. Yang airnya dapat menciprat ke trotoar bila ada kendaraan yang melintas tanpa mengurangi kecepatannya.

Rupanya gerimis hanya turun sebentar. Kecewa? Ah, aku kecewa bukan karena gerimis yang hanya sesaat juga bukan karena musim hujan yang menjadikan pakaianku sulit kering. Tapi aku sedih karena tak kutemukan sesuatu saat hujan. Sesuatu yang bisa membuatku menulis tentang hujan. Sesuatu yang menginspirasi dan kusebut inspirasi. Saat hujan turun, aku biasa bercinta dengannya meski kadang aku baru bisa mencicipi disisa rintiknya. Tak seperti sekarang, hujan ini benar-benar nyata dan telanjang dihadapanku, tapi tak sedikitpun ku bergairah tuk mencumbunya. Impoten. APA? Tidak, aku tidak ingin impoten, aku masih ingin merasai klimaks saat bercinta dengan apapun itu namanya.

Sedih rasanya, seperti saat dokter memvonis impoten kepada pasiennya. Meskipun aku belum pernah mendengar vonis dokter tapi aku bisa membayangkan betapa sedihnya pasien itu.

Sedihnya lagi ternyata tak hanya hujan yang tak lagi dapat kucumbu, senja pun ikut menolak saat kucoba menjamahnya. Hujan dan senja, dua alasan yang membuktikan bahwa aku normal. Aku bisa bercinta dengan mereka tanpa ada paksa, semua mengalir dan mengalun begitu saja. Entah sejak kapan aku kehilangan gairah seperti ini, aku mencoba mengingatnya. Gagal. Kuberusaha mengingatnya dengan lebih keras lagi. Akhirnya aku hanya dapat menduga. Apa mungkin sejak tidak sedang ‘bercinta’ yang pernah kukatakan saat senja? Senja menganggap itu bualan? Tapi apa yang kuungkap kepada ‘rasa’ saat itu adalah jujur. Senja cemburu padaku? Saat itu juga kukatakan ku kan kembali bercinta dengan senja bila ternyata ‘rasa’ tak mencinta. Mungkin senja merasa aku telah mempermainkannya.
jika kau tak jua datang
biarkan aku bercinta dengan kata
tenggelam dalam secangkir makna
hayati hari masih senja

Mungkin ini salah pahamku dengan senja. Lantas dimana letak salah pahamku terhadap hujan? Yang akibatkan hubunganku dengannya menjadi dingin dan beku, yang derainya tak kunjung reda meski hujan telah berhenti.

Haruskah aku kembali mengira-ngira apa yang membuat hujan dingin terhadapku? Ya atau tidak, jawaban pasti tidak akan aku dapatkan. Entah apa alasannya, yang pasti hujan kembali turun. Rintiknya begitu nyata, terasa menelisik. Luka.
Continue Reading

Revolusi Resolusi 2010

newyear
1 Januari, disepakati sebagai hari peralihan memasuki tahun baru. Berbagai macam bentuk cara dalam menyikapi atau merayakan tanda peralihan tahun ini, pesta kembang api, pertunjukan musik, doa bersama, nonton bareng dsb.
Kembali menengok kebelakang sekedar evaluasi apa yang terjadi di tahun 2009 lalu, ada beberapa resolusi di tahun 2009 yang sudah saya capai.
- Akhirnya saya dapat mencicipi gaji pertama dari hasil jerih payah sendiri. Meskipun hanya delapan bulan saya bekerja, akibat saya terlalu lelah dan sulit membagi waktu hingga saya memutuskan berhenti.
- Dapat ke Jakarta setelah memiliki kesempatan untuk mewujudkan, waktu yang cukup ini berkah akibat saya keluar dari pekerjaan. Namun sayang, saya gagal menemui Gee juga Kemuning.
- Memiliki notebook elnovo-ku sayang.
- Menemukan buku 'Jelajah Diri' yang nyarinya sulit minta ampun, dan saya dedikasikan judul buku ini untuk nama blog saya.

Ini hanya beberapa resolusi ditahun lalu yang telah saya capai, jujur saya merasa malu karena masih ada kekurangan disana-sini. Saya memiliki harapan ditahun baru ini, resolusi saya untuk tahun 2010 adalah:
- Majalah Cyber Media dapat eksis dan konsisten.
- Semoga saya dapat merampungkan skripsi sehingga dapat wisuda tahun ini. Amin.
- Mendapatkan pekerjaan yang sesuai. Amin.
- Memiliki usaha sendiri. Amin.
- Mengakhiri kutukan jomblo! Amin.
- Ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Masa kecil saya. Sudah dua tahun lebih saya tinggalkan.
- Mengabadikan Nurani Delapan Huruf atau temannya.

Apa resolusi Anda? Tentunya ada bukan? Semoga resolusi yang ada bukan menjadi beban tapi menjadi penyemangat bagi kita. Akhir kata. Tahun baru. Harapan baru. Semangat baru.
Continue Reading

Kemuning, dimana dirimu?

Kemarin pagi, saat bangun tidur ada satu panggilan tak terjawab dari nomer Ibu(nya) Kemuning, terkadang Kemuning sms saya menggunakan nomer ibunya. Saya penasaran tumben dia telpon. Ada apa gerangan? Pikir saya. Saya pun sudah lama tak menelponnya. Akhirnya saya hubungi nomer Ibunya Kemuning, karena nggk jelas maka saya akhiri panggilan. Kemudian saya sms dengan menanyakan apa ini Kemuning?

Satu jam kemudian baru ada balasan, ternyata yang menulis sms ibunya. Beliau menanyakan keberadaan kemuning karena sudah empat hari dia belum pulang, mungkin saja saya tahu.
Mendengar berita ini, saya kaget bukan main. Kemuning adalah teman saya didunia maya, awal kenal dengannya yakni di k.com berlanjut lewat chat YM dan akhirnya lewat telpon dan sms. Saya belum pernah ketemu langsung dengan kemuning, pertengahan bulan puasa lalu saya ke Jakarta niatnya sekalian mampir ketemu, karena ada suatu hal akhirnya saya gagal bertemu. Tulisannya sangat bagus juga menginspirasi, hal ini yang membuat saya kagum terhadap kemuning.

Ibunya mengatakan malam minggu kemarin sehabis magrib dia pamit pergi ke Kalimalang untuk baca puisi, setelah itu belum pulang dan hapenya nggk aktif.

Saya sempat sesenggukan mendengar kabar ini. Non, kamu dimana? Aku kangen kita biasa lewati malam dengan obrolan santai dan berakhir dengan kegilaan saat sadar matahari telah terbit, meski tak lagi kulakukan seperti dulu. Semoga kamu baek-baek saja. Cepet pulang ya, keluarga dan temen-temenmu menunggu.

Sin cera,

dudulsmu
Continue Reading

Mencoba Bicara Titik dan Koma

Sebuah titik momentum diri dari tiap seseorang atau individu pasti ada, kapan tepatnya titik itu menghampiri berbeda antara satu dengan yang lain. Terkadang mungkin apa yang kita anggap sebuah titik perubahan sebenarnya bukan sebuah titik, melainkan 'koma' dimana hanya 'sejenak' layaknya sebuah fungsi tanda baca koma (,).

Koma dan titik berbeda, titik momentum pun berbeda dengan koma yang mungkin sering kita jumpai. Saya pribadi belum pernah menjumpai titik itu, merasa yang telah datang hanya sebuah koma. Koma ini datang saat kita dihadapkan pada sebuah masalah yang menurut kita pelik yang menurut takaran seseorang itu berbeda cara menilai takarannya. Dalam kondisi ini seseorang akan merasa tak kuasa tidak memiliki apa-apa yang mampu menyemangatinya, dia butuh tangan dari sekitarnya. Cara yang dilakukan beragam, mencari pelarian dengan curhat kepada kawan atau seseorang yang diangganya mampu membantu dirinya, bagi mereka yang meyakini sebuah ajaran mendekatkan diri kepada Tuhan-Nya bisa menjadi pilihan. Cara ini lebih baik jika dibandingkan dengan pelarian kepada hal yang kurang tepat untuk menyelesaikan.

Layaknya tanda baca koma, koma ini hadir lebih banyak dibanding titik. Tapi keduanya memiliki kesamaan yakni kesempatan kita untuk bernafas mencari udara yang hilang.

Continue Reading

Matamu (Malam Tatap Muka)

Acara Matamu (Malam Tatap Muka) dilaksanakan akhir bulan lalu, Sabtu 31 Oktober yang bertempat halaman parkir kampus Unisbank. Acara ini bertujuan pengakraban staff inti Internet Club (IC) dengan anggota staff baru. Diharapkan dengan diadakan acara ini para staff baru dapat mengakrabkan diri dan cepat mengenal keluarga besar IC.

Acara dimulai pukul empat sore, dihadiri oleh staff baru, inti, senior serta alumni IC. Pada kesempatan ini selain memperkenalkan diri masing-masing juga ada hiburan musik dari inti maupun staff baru yang disambung dengan acara nonton bareng. Film yang ditonton adalah Punk in Love, semua begitu antusias dengan adanya acara ini. Diharapkan acara semacam ini bila memungkinkan bisa menjadi agenda rutin.

Salut untuk para staff baru karena hampir semuanya hadir, hanya beberapa yang tidak hadir karena beberapa sebab dan mereka mengkonfirmasikan ketidak hadirannya ini. Jaga semangat dan kekompakan kalian ya.
Continue Reading

Elnovo, Manismu Hilang

Beberapa waktu lalu saya dikejutkan dengan sebuah penemuan dot pixel pada elnovo saya. (penemuan? bahasa khas ilmuwan, hwahaha.. ya sudah saya ganti). Ada yang tau dot pixel? Dot pixel adalah adanya cacat berupa titik (dot) pada layar LCD. Awal ceritanya begini, sabtu kemarin saya ke kampus menjelang siang untuk bantu panitia acara Matamu. Sebelum bantu teman-teman yang lain, saya nyalaiin laptop untuk browsing sebentar, belum ada kejanggalan apa-apa saat ini. Karena saya berencana membuka lembar kerja (InDesign) yang ada pada OS lainnya, saya restartlah laptop. Setelah login dan membuka lembar kerja yang dimaksud, keanehan terjadi. Nampak bayangan hitam sebesar tai lalat, lembar kerja yang berwarna putih memperjelas bayangan hitam ini. Awalnya saya kira ini karena LCD kotor, saya usap titik tersebut pada layar LCD ternyata tetap nggk hilang.

Doh, LCD saya kena' dot pixel, malah mungkin nggk cuma dot pixel, ini segede tai lalat. Perasaan kecewa pasti ada, elnovo yang baru berusia dua pekan harus meratapi nasib. Gara-gara tau kalo ada 'tai lalat' saya jadi ilfeel, laptop langsung saya matikan.

Beberapa hari setelah penemuan itu, saya berencana mengadukan ini ke toko tempat saya membeli, kali aja ini termasuk garansi. Sebelum berangkat saya buka laptop untuk meng-copy file, saya mendapati 'tai lalat'nya hilang, seakan nggk percaya maka saya ubah background menjadi putih polos, mungkin aja 'tai lalat' itu ngumpet.

Setelah mondar-mandir mencari 'tai lalat' dan nggak ketemu juga, saya menyerah. Tai lalat itu sudah nggk ada. Kini elnovoku sudah nggk punya 'tai lalat' lagi.

Meski nggak manis lagi gara-gara 'tai lalat' yang hilang, saya tetap cinta. Elnovo, manismu hilang. Aku tetap sayang.
Continue Reading

Bukan Pujangga

Judul postingan diatas bukanlah judul lagu yang dipopulerkan group band Base Jam, tapi ya judul postingan namanya juga ngeblog. Gimana sih :D

Ini ada kisah yang menurut saya unik dan tentunya menggelitik. Tepatnya dua hari yang lalu (3/11) saat Dept. Internal IC mau mengadakan rapat pada sore hari, saya didatangi salah satu staff. Kamipun terlibat perbincangan.

Dia: mas, kenalan (sambil menjulurkan tangan ke arah saya dan menyebutkan nana)
Saya: Afiq (saya pun menjabat tangannya)
Dia: Yang pujangga itu ya?
Saya: Duh, kok manggilnya pujangga (dalam hati), nggak kok cuma mahasiswa aja.
Dia: Mas Afiq tu pujangga, kalo saya penyair.
Saya: Duh, pede banget nih anak, aku aja nggak nyaman dipanggil pujangga (ini masih dalam hati)

Diatas adalah perbincangan dua orang pujangga dan penyair yang tersesat di sore hari. Sial, kok ada yang manggil pujangga. Memang benar semua orang mengharapkan sebuah pujian tak terkecuali, meskipun bentuk pujian itu adalah dengan tidak mengeluarkan kata pujian.

Saya sendiri nggak tau mengapa teman-teman saya terutama di IC memanggil saya pujangga. Duh, berat rasanya menyandang gelar itu. Emang apa sih pengertian pujangga itu? Ada yang tau?
Continue Reading

Kumpulan Status tak Berstatus

NOT RECOMMENDED | NOT FOR READ

Berikuat adalah beberapa status yang pernah saya jadikan status di Plurk, Facebook dan Twitter. Tak ada yang istimewa, penting nggak penting, aneh mungkin malah menyebalkan.

Segala yang kuungkap tak menjadikan apa-apa hanya sisakan sabda tak berdaya, ingin katakan percuma namun hati ini tak rela.

Ternyata diam semakin buatku terluka, ingin mencoba menyapa tapi tak kuasa. Mungkin kau merasai ini, maafkan aku..

entah itu pertanyaan, perkataan, pembelaan, perbuatan atau apapun darinya, tentangnya, untuknya membuatku bingung, lelah, ah tak berkesudah.

aku perlu jawabmu bukan diammu,...

merasai yang tak berasa ternyata sia-sia. tak ada rasa pun percuma, akhirnya lelah ah ingin menyudah dipapah.

Kini memaknai ini, kembali bermimpi.....

Ingin 'ciptakan malam' sungguh sulit. Imagiku tak mampu menjamah. Mungkinkah ini pertanda malam tlah pergi menjauh?

ramai tapi kosong, mendung meski terik.

ku meragu, (mungkin) cantikmu bukan untukku.

cek pulsa. sisa pulsa Rp. 4444 jarang-jarang kayak gini

sepi yang menyapa, sunyi yang dirasa, kini yang kurasa.

imagi menyusun bayang menyulam kenangan

jejak langkah yang tak terbaca, kata tak bermakna yang terbaca.
Continue Reading

Bukan Rokok Putih


Seperti biasa saya dan beberapa teman lainnya pulang dari kampus hampir tengah malam, kami di IC untuk sekedar kumpul atau browsing memanfaatkan fasilitas wifi yang ada. Terkadang sepulang dari kampus, terlebih dahulu kami mampir ke kucingan atau CSS (Cafe Sruntal Sruntul) yang berada didekat kampus. Seperti malam ini kami memilih kucingan didepan Gelalel Pandanaran.

Kucingan ini sudah menjadi tempat biasa saya nangkring (eh salah itu kan angkringan... hehehe) maksudnya ngucing sejak tahun pertama saya kuliah di Semarang. Bagi saya tempatnya nyaman, tempatnya dekat dengan lampu merah dan fastfood KFC. Duduk beralaskan tikar selain melihat lampu yang setiap saat berganti bisa sambil cuci mata melihat makhluk bening (bukan makhluk halus lho) yang kadang melintas. Tempat kucingan ini mempunyai plesetan sendiri yakni KFC (Kucingan Fans Club) nggk lucu kan? namanya juga plesetan bukan lelucun jadi wajar kalo nggk lucu.

Biasanya saya pesan es teh atau susu jahe minuman kegemaran saya, bagi saya esteh disini punya taste tersendiri coba tanya bung Gandrung. Karena tenggorokan masih serak saya pesan teh dan mie rebus sebagai pengisi perut. Sambil menunggu pesanan datang, kami ngobrol atau menikmati guyonan yang siap saji.

Pesanan dihantar, lho mana tehku kok malah dikasih esteh. wah pengen aku mati? canda saya dalam hati. esteh saya berikan pada gadulz dan saya pesan kembali sambil menekankan kata teh panas. Teh pun dihantar tinggal menunggu mie rebus. Mie rebus pesanan Gandrung sudah dihantar tinggal pesanan saya. Minuman digelas sudah tinggal setengah, mie punya Gandrung pun sudah hampir habis tapi mie pesanan belum juga dihantar, duh pie to iki? Pesanan kok nggk beres semua, tadi pesan teh malah dikasih esteh dan mie rebus lama banget.

Akhirnya saya coba pesan kembali (ulang), dengan perasaan kesal saya ambil sebatang rokok yang saya minta dari teman. Rokok ini bukan rokok putih yang biasa jadi favorit saya, meski demikian tetap saya rokok. Mungkin karena saking kesalnya saya, bukan rokok putih pun terpaksa saya hisap.

Picture taken from: flickr.com
Continue Reading

Kacau, Menulis Kacau

Saat ini jam menunjukkan pukul dua dinihari, aku belum juga dapat memejamkan mata. Padahal nanti pagi ada kuliah jam setengah sepuluh. Jam tidurku menjadi tak teratur, ini kebiasaan buruk yang sulit kuubah layaknya jam bangun tidurku yang kacau pula. Sejak semester lalu jam kuliahku kebanyakan siang, jadi nggk bisa menuntutku untuk bangun pagi pagi. Ini berbeda dengan saat awal kuliah dulu, hampir setiap hari jam kuliah masuk pagi hingga bangun pagi menjadi hal yang biasa. Dulu beberapa hari dalam seminggu dapat menyempatkan diri untuk jogging di stadion Tri Lomba Juang yang letaknya nggk jauh dengan kos, sekarang hampir tak pernah jogging lagi.

lantas apa hubungannya kuliah siang dengan jogging yang tak pernah lagi dilakukan? keduanya bukan sebab akibat, tapi sebab dan akibat dengan yang lain, maksudnya bukan karena kuliah siang mengakibatkan nggk bisa jogging tapi karena kuliah siang aku jadi males akibatnya nggk pernah jogging. Ah, bahasaku ngawur dan susah dimengerti ya, maaf.

Tiba-tiba Gandrung temanku mengingatkan aku untuk menyelesaikan konfigurasi dari bahan skripsi yang aku ambil, thanks udah ngingetin. Akhirnya pekerjaan itu aku cicil, sebetulnya lebih banyak pekerjaan yang di bantuin. Hehehe... Karena ada installan yang harus didownload dan juga nggk ada akses internet untuk sementara pekerjaan ditunda. Berharap Skripsi ini bisa selesai dalam satu semester, Amin.

Pekerjaan ditunda, selanjutnya nonton movie Initial D. Sudah jam lima, meski mau tidur tapi belum ngantuk juga. Teringat ada kuliah pagi ini, tiga mata kuliah hingga sore baru selesai. Mungkin aku akan ngantuk pada mata kuliah pertama, supaya nggk ngantuk mungkin aku akan tidur saja dan nggk berangkat kuliah, duh semakin kacau saja pikiranku. Aku selalu kacau dipagi hari setiap begadang nggk tidur, teman chatku pun kadang ngelantur obrolannya. Kami saling menyebutnya duduls atau obrolan menggila, sudah lama aku nggk chat sama dia, i love her. hmmm... duh ngelantur kan.

Battery power di laptop elnovoku memberikan peringatan daya baterai kurang dari lima belas menit lagi, di charge nggk ya? kayaknya nggk usah deh soalnya dah bingung mau nulis apa lagi. Sebelum semakin kacau dan ngelantur lebih baik tulisan ini di save dulu, kalo sempat ya diposting. Kalo sudah diposting ya akhirnya bisa dibaca juga. Tulisan ini lagi dibaca kan? ya sudah kalo gitu aku sudahi saja ya daripada nanti semakin kacau. Semoga yang baca nggk ikutan kacau. Thanks.

Picture taken from: photobucket.com
Continue Reading

Elnovo

Tahun ini kuliahku masuk tahun keempat dan Skripsi sudah ada didepan mata, aku butuh sarana penunjang untuk itu. Di kos tak ada komputer, selama ini aku selalu nebeng sama teman. Nggk mungkin kalo aku harus pinjam teman pasalnya bahan skripsi yang aku ambil menuntut aku agar mempunyai komputer pribadi.

Ini tahun terakhirku, kalo aku harus beli komputer (PC) rasanya nanggung. Nanggung gimana? katanya tadi butuh? Dasar dodol! Maksudnya kalo aku beli komputer kayaknya kurang praktis apalagi nanti kalo udah lulus kuliah tu komputer mau digotong bawa pulang kerumah? Ribet rasanya. Jadinya beli komputer nggk sih? Sabar,.. sabar,.. minum dulu *sodorin minuman*.

Akhirnya aku memutuskan ingin memiliki Notebook, keinginan yang menggebu ini pernah aku buktiin dengan mengikuti lomba blog dengan hadiah utama sebuah notebook. Tapi karena suatu hal feel untuk mengikuti lomba berkurang. Dengan notebook aku bisa ke kos teman waktu butuh pencerahan, dan bisa numpang browsing wifi di internetclub (kampus). Terlebih harga notebook semakin terjangkau.

Karena belum punya tabungan untuk beli laptop, aku bicarain niatku ini sama ortu dan mendapat bantuan. Rancangan keuangan yang ada masih kurang, akhirnya aku nelpon omku yang ada di Kalimantan untuk meminta bantuan. Siang itu niatku aku utarakan, om setuju dan menanyakan berapa nominal harga laptop. Aku sebutkan kisaran jumlah nominal harga laptop yang aku maksud. Ternyata om menyetujui akan memberikan sejumlah nominal yang aku sebutin tadi, om juga bilang ini bukan pinjaman tetapi pemberian. Om juga bilang beli laptop yang lebih bagus sekalian terlebih sudah ada dana dari om juga ortu, tapi aku tetep keukeuh dengan pendirian membeli laptop sesuai dengan kebutuhan.

Beberapa hari kemudian Om mengabarkan bahwa uang sudah ditransfer, sungguh senang rasanya kalo keinginanku terwujud. Hari berikutnya dengan diantar Gandrung menuju SCC (Semarang Computer Center) hunting laptop. Uang sudah ada ditangan tinggal menentukan pilihan, masih bingung diantara dua pilihan. Ternyata nggk cuma cinta yang punya dua pilihan tapi memilih laptop pun ada pilihannya. Hehehe..

Masih binggung antara Netbook dan Notebook, perbedaannya hanya pada DVDRW yang dimiliki notebook. Suka notebook karena ada DVDRW suka notbook karena bentuknya simpel, duh kapan ya notebook ukurannya 10" hehehe.. Akhirnya pilihan saya jatuh pada Notebook Lenovo G450, dengan uang dari pemberian om notebook ini saya bawa pulang. Sedangkan uang dari ortu masih utuh dan saya kembalikan. Thanks Om.

Ada yang unik dengan nama Lenovo, dua huruf pertama saya balik sehingga menjadi elnovo. Sebuah identitas elnovo adalah bagian dari elafiq, kok malah naris? yo ben. hahahaha... Jadi judul diatas bukan salah ketik. :)
Continue Reading

Imagi Kotamu


Berkelok jalan ini. Berkelok kulalui.
Tampak mentari. Kotamu kulalui.

Langit ditimur menampakkan merahnya, matahari mulai menampakkan diri. Jelas kulihat orange warnanya, seperti baru sekali kulihat matahari berwarna ini. Dan baru sekali ini kukatakan matahari berwarna orange, entah mengapa bukan kemerahan atau lainnya.

Samar namun jelas kulihat biru menjulang. Bayanganku kembali ke tiga tahun silam. Mataku berkaca. Ku pernah berjanji datang ke kota ini untuk menemui seseorang, dia pernah bercerita akan alam yang dimiliki kota ini. Imagiku saat itu, aku dan dia dapat menikmati indahnya biru menjulang, hamparan hijau kebun atau sawah didekatnya ada sungai yang airnya mengalir diantara bebatuan. Berdua duduk dibatu besar sambil membiarkan kaki memainkan air, bercanda, bercerita, obrolan yang mengalir seperti air.

Kini kutersadar, itu hanya imagiku yang lalu. Sepertinya tak mungkin tuk wujudkan itu.

Kotamu tlah kulalui
Ciptakan sepenggal mimpi

Sesaat kupejamkan mata, nampak jelas wajah dan senyummu. Ingin kubicara pada bayang, (namun) Air mata ini yang bicara.

Sumedang, 18.09'09
Continue Reading

eL_afiq on Vacation

"Akhirnya ke luar kota juga"
Itulah kalimat yang keluar dari benak ini, sebuah ungkapan yang mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang tapi bagi saya terasa luar biasa.

Sejak awal bulan kemarin sudah disibukkan oleh kegiatan organisasi kampus. Yakni festival band antar sekolah menengah atas sekota Semarang, kemudian MT (Manager Training) yang diadakan selama tiga hari dua malam di Bandungan. Disusul dengan acara Seminar Entrepreunership yang hanya berjarak empat hari dari acara sebelumnya. Seakan tak ada waktu untuk rehat.

Libur semester dan puasa Ramadhan kali ini sangat panjang sekali, tak seperti tahun sebelumnya awal perkuliahan sudah dimulai sebelum bulan Ramadhan. Untuk kali ini habis lebaran (sekitar 28 september) baru masuk kuliah, sehingga saya masih ada waktu satu bulan menikmati libur. Kemarin sempat mudik ke Welahan (Jepara) namun hanya sebentar, mungkin karena jarang di rumah yang membuat saya tak betah berlama-lama di rumah. Biasanya saya mudik pada sore hari, besok siang atau sorenya kembali lagi ke Semarang.

29.08'09
Saya putuskan ke Jogja untuk mengawali liburan saya kali ini, kebetulan ada saudara saya di Jogja (Kak Fery). Sekitar pukul delapan pagi saya diantar Hana ke agen bus 'Nusantara' Sukun (dekat ADA Swalayan Banyumanik). Sempat mengisi pulsa dikios sebelah agen 'Nusantara', sangat mengecewakan . Pelayanan yang kurang cekatan dan terkesan lambat, dibutuhkan sekitar 15menit untuk proses pengisian (belum termasuk waktu yang dibutuhkan pulsa terisi). Pulsa terisi double , dan harga yang menurut saya terlalu mahal.

Sekitar pukul 09.30 bus yang dinanti datang, para penumpang bergegas naik. Saya memilih naik paling belakangan. Santai saja pasti kebagian tempat. Saya berusaha mencari (sisi) tempat yang masih kosong, ternyata sisi bagian kiri dan kanan sudah terisi satu atau dua penumpang. Saya mendapati tempat yang masih kosong yakni deretaan bangku paling belakang, saya duduk di sisi jendela sebelah kiri. Tempat yang saya pikir cukup nyaman dan kebetulan bangku paling belakang adalah tempat favorit saya jika menumpang bus.

Dari belakang saya dapat melihat para penumpang, bahkan sopir bus yang berpenampilan necis dengan jaket kulit berwarna hitam yang menutupi badannya ditambah kacamata hitam yang dikenakannya. Malah menurut saya si sopir mirip teroris yang sedang menyamar.. hihihi...

Beberapa menit kemudian bus mulai bergerak meninggalkan Semarang. Sinar matahari yang masuk melaui jendela beradu dengan udara AC, badan terasa hangat. Terlebih dengan menyandarkan kepala pada jendela sambil melihat pemandangan diluar sungguh terasa nyaman.

Bus melaju dengan mantap membelah jalan, namun kegagahannya terhenti oleh polisi berkendara yang berusaha menghentikan laju bus. Rupanya bus membuat kesalahan dengan mengambil jalan sebelah kanan pada jalur cepat. Bus pun menepi, terlihat supir hendak berdiri dari kursinya namun si kondektor yang akhirnya turun dari bus dan menemui 'yang punya jalan'. dari balik jendela saya dapat melihat kondektor seperti sedang memperlihatkan isi dari tas yang dibawanya, entah apa yang mereka bicarakan yang jelas jika berurusan dengan 'yang punya jalan' tak lepas dari kertas bernominal alias uang. 'Transaksi' selesai, bus kembali melanjutkan perjalanan. Polisi tadi menyalip bus, saya dapat melihat ada senyum kemenangan dibalik wajahnya yang tenang.

Daun pepohonan dipinggir jalan pun bergoyang saat bus melintas, ntah karena angin atau debur angin dari bus. Tak perlu diperdebatkan, biarkan daun-daun itu menikmati tariannya. Saya selalu senang bila menikmati pemandangan dari balik jendela bus, saat menempuh perjalanan lewati batas kota.

Saya ambil N-Gage dari saku celana saya (bukan celana orang lain). Update status facebook, ingin kabarkan bahwa saya sedang keluar kota. Baru mau balas koment yang masuk mendadak Si HP pingsan alias batre habis.

12.03 bus masuk terminal Jombor, persis dua setengah perjalanan yang saya tempuh. Banyak penumpang malah sebagian besar yang turun di Jombor. Saya mencari wartel mau nelpon kak Fery buat jemput saya, sebelumnya sudah saya kabarkan. Tapi tak ada jawaban. Kemana nih Kak Fery, pikirku. Kuhidupkan HP mungkin masih ada sisa kehidupan, ternyata masih bisa hidup. Saya ambil buku saku dari dalam tas kecil yang selalu saya bawa ketika bepergian, ada no Kak Fery disana. Saya biasa mencatatkan no telpon orang yang hendak saya temui diluar kota, ini mengantisipasi HP yang terkadang tak bersahabat. *Banting N-Gage*

Pesan singkat sudah saya kirim, belum sempat saya pastikan apakah terkerim atau belum HP kembali mati. Duh, bagaimana ini. Saya sempat menunggu dulu siapa tahu SMS tadi terkirim sebelum akhirnya coba hubungi Kak Fery lagi lewat Wartel. Tak berapa lama kemudian Kak Fery datang.

elafiq meet Afiq
Who Afiq? Kembaran elafiq? Fans elafiq? Bukan, dia temen kecil sewaktu es-de. Afiq kuliah di UNY, mumpung lagi di Jogja saya sempetin maen ke kosnya.

-- to be continue --

Continue Reading

Thank You, Om

Transfer ke Rek: 2860503 an AHMAD TAUFIQ sejumlah Rp.****.000 berhasil No Trx 000650162703 tlg dibagi sama adik ya uf.

Demikian bunyi SMS yang masuk kemarin (Minggu sore) sebelum saya pergi kerja. Ternyata ini SMS dari Om saya yang tinggal di PangkalanBun, sebuah kota di Kalimantan Tengah. Om mengirimkan sejumlah uang ke rekening saya melalui SMS Banking untuk dibagikan dengan adik-adik saya. Terharu saya dengan ini. Kemudian saya hubungi beliau untuk mengucapkan terima kasih atas transferan tersebut.

Ortu dan Om dulu merantau ke Kalimantan, saya sempat menjalani masa kecil disana. Namun saya lebih banyak menghabiskan waktu di Jawa. Pulang ke Kalimantan saat liburan puasa juga libur panjang. Sejak setahun lalu ortu memutuskan pindah dan meneruskan usahanya di Jawa. Kangen rasanya dengan suasana disana. Saat melihat film Laskar Pelangi ada bagian yang mengingatkanku akan hal itu, kawasan hutan dan perbukitan yang dijumpai saat menuju kota lainnya.

Ada haru saat menerima amanah dari Om. Adik saya, ya kepada adik saya harus menyampaikan amanah itu. Saya belum pernah memberi adik saya uang jajan, ini lah yang membuat saya haru. Saya belum bisa menyisihkan uang untuk mereka, maafkan kakak dik.

Pernah suatu ketika saya dan salah satu adik saya baru pulang dari mudik (adik saya sekolah diluar kota) , dan kebetulan satu arah dengan saya. Waktu kondektur minta ongkos, sekalian saya bayar ongkos adik saya. Hal yang amat sangat wajar sekali, adik saya begitu berterimaksih kepada saya. 'Itu wajar dik, maaf kakak belum bisa memberikan lebih dari ini. Doakan kakak semoga bisa berkarya dan membahagiakan keluarga. (Amin)', seketika itu saya haru dan berkaca.

Kakak belum bisa pulang sekarang, tunggu pekan depan atau sempat kakak usahakan pulang. Terima kasih ya Om, atas supportnya selama ini. Semoga kita selalu diberi kemudahan dalam menggapai cita. Amin.
Continue Reading

Tanda Tangan Palsu Di Balik Beasiswa

Pekan kemarin di kampus ada pengumuman bagi mahasiswa yang menerima beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) dan Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM). Dan puji syukur Alhamdulillah nama saya tercantum diantara nama-nama yang juga memperoleh beasiswa.

Awalnya beberapa bulan lalu di kampus, tertempel pengumuman pengajuan beasiswa dengan persyaratan yang mesti dipenuhi. Diantaranya, menunjukkan surat keterangan tidak mampu, surat penghasilan orang tua yang keduanya harus disahkan oleh pihak kelurahan. Dua persyaratan ini yang mau nggak mau membuat saya mudik untuk mengurusnya. Sedangkan persyaratan yang lain semisal transkrip nilai bisa saya urus dikampus tanpa harus mudik. *ya iyalah emangnya kelurahan ngeluarin transkrip.....*

Pengumpulan persyaratan waktu itu termasuk mepet karena saya baru mengurus siang sedangkan batas akhir disebutkan jam lima sore, ditambah lagi ada persyaratan yang belum saya miliki yakni surat keterangan kelakuan baik dari Dekan Fakultas. Untungnya SKKB ini tidak berdasarkan absensi selama kuliah, bagaimana kalo absensi diperhitungkan? Mungkin nama saya nggak ada di papan pengumuman pekan kemarin.

Soal keterangan tidak mampu, saya berhak untuk menyandang 'tidak mampu'. Karena yang saya maksudkan adalah saya belum mampu hidup mandiri tanpa bantuan dari ortu 100% , nggak salah kan? Kebetulan waktu itu saya belum melunasi uang kos. Nasib anak kos... hehehe...

Saya memilih beasiswa BBM daripada PPA karena merasa berpeluang untuk mendapatkannya. Karena PPA berdasarkan nilai akademik dan saya tahu yang mengajukan beasiswa ini tidak sedikit dan IP mereka saya yakini lebih baik dari saya.

Ini adalah beasiswa pertama saya. Karena beasiswa ini sifatnya pertahun dan dicairkan bertahap yang tentunya bersambung pada semester berikutnya kemungkinan besar ini adalah beasiswa terakhir mengingat tahun besok adalah semester akhir saya. Saya tidak mau berlama-lama kuliah hanya untuk memperoleh beasiswa. Saya bersyukur akhirnya bisa menikmati beasiswa ini.

Untuk mengambil beasiswa harus mengisi formulir keterangan yang diketahui oleh orang tua/ wali disertai fotocopy KTP. Saya masih menyimpan fotocopy orangtua, jadi tak perlu pinjam KTP ortu untuk difotocopy. Permasalah yang timbul adalah formulir yang harus ditanda tangani oleh orang tua. Fotocopy KTP sudah ditangan tinggal tanda tangan.

Apa saya harus mudik hanya untuk tanda tangan? sedangkan tanda tangan ini sekedar formalitas. Terpikirlah untuk memalsukan tanda tangan. Jumat lalu saya coba meniru tanda tangan ini, memang tak persis tapi berharap mirip. Saya lihat tanda tangan ortu yang ada di Fotocopy, terlihat mudah tapi tak semudah menirunya. Bahkan saya minta bantuan dari beberapa kawan untuk mencoba meniru tapi masih jauh dari kesan mirip. Setelah mencoba dibeberapa lembar, akhirnya menulis di formulir. WADUH!!!!!! ternyata tanda tangan saya kelihatan culun masih mending waktu coba-coba tadi. Memang tanda tangan tak harus selalu mirip/ sama tapi tanda tangan ini jelas-jelas tak jelas. Akhirnya saya batal mencairkan beasiswa hari jumat ini.

Senin kemarin (18/5), menjelang tengah hari saya minta formulir kembali. Sewaktu mengambil formulir saya diingatkan bahwa ini hari terakhir dan batasnya pengambilan adalah jam satu. Sempat melihat jam dinding yang ada diruangan kemudian permisi untuk keluar ruangan. Bergegas mengisi formulir disisa waktu.

Setelah beberapa kali minta bantuan kawan dan juga mencoba sendiri akhirnya selesai juga tanda tangan palsu itu. Simple, tanda tangan yang jauh dari kata mirip apalagi persis. Tak apa ini lebih bagus dibanding tanda tangan culun tempo hari.

Menjelang pukul satu saya menuju ruang Purek II, ternyata beliau sedang makan siang. Saya tetap dipersilahkan masuk dan ditanya apa keperluan saya. Setelah menandatangani bukti pengambilan akhirnya amplop yang berisi sejumlah uang dapat saya terima dengan baik.

Semoga pihak kampus tidak membaca tulisan saya ini, mengingat saya belum memperoleh beasiswa sepenuhnya karena dapat dicairkan beberapa tahap (lagi). Hehehe... Stttt,... jangan bilang-bilang ya.
Continue Reading

Berakhir tanpa kuakhiri

Dapat tugas dari bos untuk entry pajak (SPPT) sekitar pukul satu dinihari. Baru selesai menjelang Shubuh, akhirnya aku bisa istirahat. Bangun menjelang siang. Sore jam tiga ada ujian Pemrograman Jaringan menggunakan JAVA, hasil yang nggak maksimal buatku kecewa dan ingin marah.

Pulang dari kampus sekitar pukul tujuh malam. Kondisi kos sepi, temen sebelah kamarku rupanya sedang pergi. Biasanya selalu dia yang sendiri di kos karena aku jarang di kos. Walau sendirian temenku tetap merasa enjoy, beda dengan aku yang akan merasa tersiksa kalo sendiran di kos. Jika sendirian di kos biasanya aku tidur didepan tv dengan kondisi tv menyala. Aku nggk betah sepi, makanya aku hidupkan tv supaya suasana kos nggak terlalu sepi.

Tak tahu harus berbuat apa, akhirnya kunyalakan tv dan ternyata itu tak cukup membantu. Huh... capek rasanya. Kemudian ku ambil hape, mencoba hubungi Gee. Aku kangen ngobrol sama dia meskipun saat ini aku nggk tahu mau ngomongin apa. Tadi pagi dia sempat ol YM, karena ada tugas dari bos jadi nggk bisa chat dengannya. Ini yang buatku merindu.

Terdengar suara salam dari seberang, teduhkan jiwa. Obrolan pun mengalir apa adanya. Ada canda yang buat kita tertawa, senang rasanya bisa bercanda dengannya. Lelah yang ada seakan sirna. Ada cerita curhat kawan yang ingin aku coba share dengannya. Hingga sedikit curhat tentang aku.

Semua berawal dari sini, sempat diucapkan sesuatu atas curhatku. Karena kurang jelas hingga aku tanyakan apa maksudnya.
“Nggak apa-apa kalo kamu nggak mau jawab”, jawab Gee.
“Bagaimana aku jawab Gee, kalo pertanyaannya nggk jelas”, sedikit gurauku.
“Nggak apa-apa kok, lupain aja, cerita yang lain aja ya”, imbuhnya.
Aku sedikit memaksa ingin tahu apa yang dia maksud tadi
“Nggak penting kok”, balasnya.
Aku masih tetap nggak percaya.
“Kamu tu sukanya nanyain hal-hal yang nggak penting deh”
“Kalo nggk pnting kenapa harus terucap, kan lebih baek tadi nggak usah diomongin”
“Udah ya, aku ngantuk nih” bilang Gee.
Aku merasa ini alasan dia untuk menghindar dari pertanyaanku, atau memang benar-benar letih karena pertanyaan yang nggak ada habisnya.
“ya sudah kalo ngantuk....”, kalimatku menggantung diakhir pembicaraan.

Hape belum aku matikan, aku biarkan disebelahku. Kalopun sampai pulsa habis atau battre mati tak aku hiraukan tak terpikirkan. Aku tak ingin mengakhiri obrolan ini, biarlah berakhir dengan sendirinya atau Gee yang mengakhiri.
Continue Reading

Hujan hingga Flu

Halo semua, lagi musim hujan kan sekarang? yup semua udah pada tau itu. Juga udah pada tau kalo Semarang banjir. Mungkin bagi yang tingal di daerah Kaligawe (maaf) udah terbiasa dengan banjir. Tapi bagi yang tinggal di sebagian wilayah Tlogosari sebuah pengalaman baru. Saya berkesimpulan dari cerita teman via sms yang mengatakan kalo seumur-umur baru kali ini daerah tampat tinggalnya (Tlogosari) banjir, itu kan seumur-umur teman saya, lha kalo seumur yang jauh lebih tua dari dia? Sayangnya nggak ada simbah-simbah yang bersedia menceritakan kepada saya :D

Hujan memang mengguyur Semarang terus menerus beberapa hari ini. Kos saya yang terletak di daerah Tlogobayem kurang lebih 10 menit jalan kaki dari Simpang Lima sempat mengalami kebanjiran. Kos saya agak sedikit rendah, kebetulan saat itu saya sedang tidak tidur di kos, jadi tak bisa 'menikmati' banjir. Pagi pulang ke kos sudah mendapati lantai yang terlihat basah oleh bekas rendaman banjir. Ketika masuk kamar saya sudah mendpati lantai kamar yang penuh dengan butiran pasir bekas banjir, juga tumpukan buku yang sebagian lembab dan ada sedikit pasir akibat atap yang sedikit bocor letaknya tepat diatas tumpukan buku. :(

Malam ini, saya merasa badan saya drop padahal saya sebelumnya sempat berfikir. biasa kalo musim hujan saya terserang flu, tapi syukur saya tak terkena flu. Hingga akhirnya saat ini, saya merasa bener-bener lelah. di tambah saya harus kerja double sift (dari tiga sift). karena saya kemarin izin buat mudik ke rumah ortu. Awalnya saya tidak tau kalo saya harus mengganti jam teman saya sekarang, karena di tunggu lama dan belum juga datang pengganti shift saya akhirnya saya konfirmasi. Ternyata giliran saya yang jaga.

Biasa saya makan sehabis kerja sekitar pukul satu dinihari, tapi sekarang tidak bisa. Saya tidak bisa meninggalkan tempat kerja disatu sisi saya juga ingin mengisi perut. Entahlah ini salah siapa (bukan bermaksud menyalahkan keadaan) yang pasti badan serasa lemas.

Masalah ngantuk bukan faktor utama, karena biasa setelah pergantian jam saya sering browsing dan chatting sampai pagi bila kondisi mata memungkinkan.
Continue Reading